Pages

Thursday, May 12, 2011

My Bad Day

Thursday, May 12, 2011 

Now Playing: Daniel Powter - Bad Days

where is the moment we needed the most
you kick up the leaves and the magic is lost
they tell me your blue skies fade to gray
they tell me your passion's gone away
and i don't need no carryin' on

you stand in the line just to hit a new low
you're faking a smile with the coffee you go
you tell me your life's been way off line
you're falling to pieces every time
and i don't need no carryin' on

because you had a bad day
you're taking one down
you sing a sad song just to turn it around
you say you don't know
you tell me don't lie
you work at a smile and you go for a ride
you had a bad day
the camera don't lie
you're coming back down and you really don't mind
you had a bad day
you had a bad day

will you need a blue sky holiday?
the point is they laugh at what you say
and i don't need no carryin' on

you had a bad day
you're taking one down
you sing a sad song just to turn it around
you say you don't know
you tell me don't lie
you work at a smile and you go for a ride
you had a bad day
the camera don't lie
you're coming back down and you really don't mind
you had a bad day

(oooh.. a holiday..)

sometimes the system goes on the blink
and the whole thing turns out wrong
you might not make it back and you know
that you could be well oh that strong
and i'm not wrong

(yeah...)

so where is the passion when you need it the most
oh you and i
you kick up the leaves and the magic is lost

cause you had a bad day
you're taking one down
you sing a sad song just to turn it around
you say you don't know
you tell me don't lie
you work at a smile and you go for a ride
you had a bad day
you've seen what you like
and how does it feel for one more time
you had a bad day
you had a bad day
 



Kemarin adalah very bad day buat Gue. Semua berawal dari polisi, hingga sampai rusaknya acara perpisahan.
Jam 5, Gue udah beranjak dari tempat tidur, mengapa begitu? Ya karena hari ini Gue ada acara perpisahan sekolah di Gedung Bina Satria. Di tiket masuk tertera tulisan jam 8 acara dimulai. Setelah Gue membersihkan diri, Gue sempetin latihan lagu Kita Selamanya dari BondanFade2black, terus lagu Ingatlah Hari Ini dari Project Pop, yah itung itung menambah kesiapan diri buat tampil ntar pas perpisahan. Beberapa kali Gue ulang latihan hingga Gue merasa siap.
Setelah sarapan gue langsung berangkat jemput pemain drum dari grup band gue, namanya Rian. Band gue namanya Bussines, ga tau kenapa dikasih nama itu, kalo orang baru denger tu nama kaya nama perusahaan parfum yang hampir bangkrut karena salesnya ga ada yang menarik,hhe. Nah, personil dari Bussines, adalah Rian pada drum, Tyas pada vocal 1, Gue pada Bass, Efri dan Gideon, pada flexibility. Maksud dari flexibility itu mereka megang alat musiknya ganti ganti, kadang Efri di Rythim, kadang Gideon di Bass, ya begitulah. Kembali ke cerita semula. Di perjalanan menuju rumah Rian yang lumayan jauh, di sepanjang jalan banyak polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Sesampainya di rumah Rian, Rian masih bersiap siap. Tidak begitu lama kami pun berangkat.

Gue     : “ Yan, di sepanjang jalan banyak polisi, kita lewat mana nih?”
Rian     :” Lewat jalan belakang bandara aja, nanti tembusannya dekat gedung kok”
Gue     :” Oke”

Gue pacu kendaraan menuju jalan belakang Bandara Syamsudin Noor, dari kejauhan terlihat petugas yang melarang kendaraan melintas dan membelokannya ke arah yang bukan kami tuju. Namun firasat Gue ga enak, kayanya kita bakal ditilang, Gue balik arah, melawan arus, ada rombongan mobil yang dikawal polisi hampir menabrak kita, Gue udah gugup, nyaris aja pikir gue, polisi yang tadi meniup peluit, itu yang bikin gue makin kalang kabut. “ Lewat mana nih!”, “belok kiri, belok kiri” ucap Rian terburu buru. Akhirnya Gue pacu kendaraan belok kekiri, nah sekarang Gue ga tau apa apa sama jalan ini, Rian jadi navigator, ya kiri, ya kanan, lurus aja, masuk lubang, ya standing. Sampai pada suatu jalan, Rian tetap pada ya kiri ya kanannya, di situ Gue udah bimbang sama navigator,  jalanya sepi banget, hutan hutan gitu, di depan ada om om gendut item naik motor, awalnya kami terus berada dibelakang om om gendut itu, karena kami ribut, om om gendut itu menoleh, mukanya serem. Trus si om om memperlambat laju kendaraannya dan akhirnya kami berada di depannya, karena sikonnya mendukung terjadi pembunuhan di dalam hutan, maka dari itu Gue pacu lebih cepat kendaraan.
Rian masih saja ya kiri ya kanan, sampai kami terhenti di jalan buntu yang berupa sawah dan ada orang disitu.
Gue     : “Sebenenarnya km tu tau ga sih jalan sini?”
Rian     : “Engga, tadi aku sok tau”

            Nah, kalian bisakan membayangkan bagaimana kondisi jiwa kalo terjadi hal kaya gitu? Perasaan udah kaya nano nano, pengen banget Gue ngasih Rian ke om om gendut tadi,heh. Trus Gue suruh Rian nanya ke orang yang ada di situ, “ Pak, jalan keluar dari sini ke jalanan gede lewat mana ya?”, “ Oh, itu harus muter, lewat sini ga bisa”. Jger!!, sekali lagi keinginan Gue jadiin Rian tumbal buat om om gendut bertambah. Ya udah, terpaksa putar balik, eh berpapasan lagi sama om om gendut. Ternyata om om nya ga niat jahat, orang emang rumahnya deket situ. Makanya don’t judge the book from the cover.
            Nah, Gue mutusin buat jalan luar aja daripada nyasar lagi, Rian Gue suruh supaya ga ya kanan ya kiri lagi,hha. Dengan ini dapat dipastikan kami terlambat datang ke Gedung Bina Satria. Sesampai disana, parkiran udah banyak dipenuhi kendaraan, lalu kami masuk, dan ternyata.  Jeng*Jeng* Acara belum dimulai. Sungguh indah negeri ini. Setengah jam kami datang baru acara dimulai. Buka mata, ini nyata, hanya di Indonesia.
            Acara pun dimulai. Beberapa sambutan sangat membosankan, lalu acara selanjutnya pesan dan kesan siswa yang meninggalkan. Satu persatu Kelas XII naik ke atas panggung. Kelas Gue dapet urutan terakhir, tapi alhamdullilah pembawaan pesan dan kesan cukup memuaskan. Dan sempet juga ngucapin happy birthday for Izma, temen sekelas gue. Semoga semua keinginannya tercapai. Nah, lalu dilanjutkan dengan beberapa hiburan, yang pertama tama cukup menghibur. Tapi, pas udah kena anak kelas XI maen band, heh, asli kaya kentut, perpisahan kakak kelas, yang dinyanyiin lagu scream, lu kira ni sekolahan para punk rock. Hendy menyebut vocalist band itu dengan nama Lambung (Lamak Bungul). Gue pun makin ga sabar buat menunggu penampilan gue bersama anak anak Bussines. Pas istirahat tadi kami sempat latihan akustik sebentar. Ada 2 band sebelum kami, Putih Abu sama We Came as Bastard, lagu yang dimaenin alirannya rock, tapi ga kaya band kelas XI tadi. Yang ini lumayan lah. Nah seharusnya Bussines tampil habis We Came as Bastard, tapi ada bintang tamu band reggae pengen tampil lebih dulu. Ya udah biarlah, band reggae tampil, baru “ Uyeee, Uyeee”. Jlep, suaranya ilang, tepuk tangan bergemuruh di seluruh ruangan, LISTRIK PADAM!!! Positive thinking dulu, paling sebentar aja padamnya. Ternyata eh ternyata, acara di bubarkan karena listrik ga nyala nyala. Anjing banget! Ga jadi tampil. Ada 2 band juga yang ga jadi tampil setelah kami. Stay In Noisy sama Call Me Student. Senasib, tapi mereka udah sering tampil di acara lain. Lah kami, baru ini pengen tampil malah ga jadi. Kecewa banget ane gan sama semuanya. Yang Gue bisa kemaren cuma mengumpat. Pulang Gue langsung tidur. Ga mood ngelakuin apa apa. Saking pengennya Gue tampil, sampe sampe Gue mimpi tampil di tidur Gue. Tuhan memang punya kehendak lain. Bangun tidur, langsung duduk termenung. Sudah bela belain nyoba maen harmonica, tapi apa daya. Mungkin nanti berguna permainan harmonica gue. Kalo aja di rekrut jadi personilnya Ikimonogakari (ngarep*)
Nyokap bilang “ udah, ga usah dipikirin terus, kalo begitu nama Inallilah, jangan menyalahkan orang, itu sudah kehendak Tuhan”, Gue jawab seenaknya, “ Listrik padam itu kehendak PLN”, Nyokap balas, “ memangnya siapa yang menggerakkan hati manusia?”. Gue diem.   

Tuesday, May 3, 2011

Tentang Pacar dan Pacaran

Sunday, May 01, 2011


Gak terasa udah tepat 4 bulan gue engga nge-post sesuatu. Entah mengapa kali ini gue pengen nulis ini post. “Pacar”, kata yg sudah sangat (10x) familiar di kalangan masyarakat. Apa sih definisinya pacar itu? Menurut survey, para paket B menjawab sebagai berikut : (maklum grup yg ada di kontak cuma paket B)

Kata Antra:
“ Pacar itu Ayu. Sekian dan terima kasih”

Kata Tami:
“ Pacar itu hampir sama kaya temen kali”

Kata Azizatul:
“ Pacar kaya sahabat deh, yg bisa diajak curhat segala macam keluh kesah, yg bisa ngebimbing dan ngasih pelajaran”

Kata Ambar:
“ Kada tahu nda, Asli kd tahu nda”

Kata Firda:
“ Org yg kelak dijadiin pasangan seumur hidup karena cinta dan komitmen”

Kata Diah:
“ Pacar itu pasangan yg bisa nemenin dalam suka dan duka”

Kata Puput:
“ Pacar ya pacar”

Kata Deborah:
“ Org yg bisa diajak utk saling berbagi senang + susah, yg bisa diajak utk berkomitmen ke arah yg lebih serius

            Jadi kesimpulannya, Pacar itu Ayu yg hampir sama kaya temen, yg bisa diajak curhat, bisa nemenin dalam suka duka, yg kelak dijadikan Antra pasangan seumur hidup, Ketika dia tidak tau, maka sekian dan terima kasih.

            Pemikiran org beda beda kalo ditanya tentang pacar, pacar pasti hubungannya sama pacaran (ya iyalah, masa sama pencabulan). Menurut gue pacar itu org yg sebagian besar menambahin biaya hidup, coba buktikan sendiri. Kalo bagi yg rejekinya lebih mah ga masalah, coba liat yang kekurangan tapi tetap aja maksa buat pacaran. Prihatin. Gue ngomong gini bukan karena gue sirik ma orang pacaran, bukan karena gue sok ide tapi gue nulis gini biar bisa jadi pertimbangan bagi yang pacaran.
            Seperti yang di tulis Radithya Dika pada buku Marmut Merah Jambu, pacaran itu terdiri dari beberapa fase yaitu : Naksir-Ngegombal, Pacaran, Putus. Yah seperti itulah yang bakal terjadi berulang ulang. Pada akhirnya yg tersisa hanya ex-boyfriend or ex-girlfriend. Banyak dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari sesuatu yg berbau pacaran.

1.  Bisa mengubah sahabat jadi musuh
    Contoh: Paman Soto sama Paman Sate sudah lama berteman. Kalau berjualan mereka selalu bersebelahan. Suatu hari, ada Bibi Jamu cantik. Paman Sate jatuh cinta sama Bibi Jamu. Beberapa hari kemudian Paman Sate melihat Paman Soto bersama Bibi Jamu. Paman Sate merasa terpukul, karena ada yg gebug dari belakang, eh salah maksudnya karena merasa dikhianati oleh temannya. Mulai saat itu Paman Sate tidak mau berjualan sate di sebelah Paman Soto dan akhirnya Paman Sate berjualan di depan fotokopi di seberang sebuah TK, hha.


    2.  Menambah biaya hidup
      Contoh: Joni seorang yang belum punya pekerjaan tetap, otomatis penghasilannya juga ga menentu. Suatu hari ia punya pacar. Setiap hari pacarnya ngajak jalan. Hal itu menyebabkan keuangannya kacau, tapi ia tidak mau mengecewakan pacarnya. Akhirnya ia membuat sebuah kartu kredit. Waktu pun berjalan, fase pacaran pun sampailah pada fase putus. Sedih hati Joni, tapi ia lupa bahwa ia mempunyai banyak utang karena penggunaan kartu kredit. Naas nasib Joni, Joni tewas di tangan deb collector.
      Pesan Moral : Jangan buat kartu kredit kalo ga bisa bayar !!!! by deb collector


      3.  Kadas, Kurap, Kutu Air, dan Segala Penyakit Kulit
        Contoh: Gara gara pacaran, Bunga lupa terhadap semuanya, sampai sampai ia lupa mandi. Akhirnya ia terserang penyakit kulit, melihat Bunga penuh dengan penyakit kulit, pacarnya meninggalkan Bunga. Sungguh Malang Nasibmu.

        Yah,kira kira itu sebagian dari dampak buruk pacaran, kalo masih ada lagi, bisa kasih masukan.

        Semua orang mempunyai banyak characteristic dalam hal pacaran, ada yang gampang dapet pacar, tapi ada juga yang susah. Ada juga orang yang dalam waktu satu tahun bisa 3 kali ganti pacar. Saya menemukan orang seperti itu. Nah, hal itulah membuat ex-boyfriend or ex-girlfriend nambah. Apakah kalian merasa bangga memiliki banyak mantan? Satu aja yang bisa Gue bilang,

        Memiliki banyak mantan itu bukanlah suatu kebanggaan, tapi itu membuktikan bahwa orang itu tidak becus dalam membina hubungan

        Yah, dunia memang udah beda, kata Nyokap, dulu  ga ada yang namanya pacaran, kalo seorang laki-laki naksir pada perempuan maka langsung aja lamar. Sama seperti cerita di dalam buku Otobiografi Presiden Soeharto, pada sub bab Kisah Cinta (kalo ga salah). Saat itu Gue sedang berada di depan kelas sambil membawa buku tersebut. Bu Gaz, guru bahasa Indonesia gue, bertanya, “ apa yang dapat diambil dari sub bab Kisah Cinta itu?”. Spontan Gue menjawab, “ Menurut saya kalau kalo seorang laki-laki naksir pada perempuan maka langsung lamar aja,  ga perlu pake pacaran, karena pacaran itu menjurus ke arah zina”. Yah, Gue emang munafik, emang itu yang terlulis pada buku, tapi itu ga bisa diterapkan sekarang ini. Sekali lagi Gue tekankan. Dunia Memang Udah Beda

        Tersesat Di Tengah Hutan (Fall Version)

        Sunday, January 02, 2011

        Apabila kita tersesat di tengah hutan, sebaiknya pergi ke pinggir hutan. Mengapa begitu? Karena yang bikin tersesat itu kan tengahnya hutan, bukan pinggirnya. Seperti halnya kehujanan di tengah jalan, pergi ke pinggir jalan biar ga kehujanan, toh hujannya cuma di tengah. Ok, lanjut, Hutan yang dimaksud ini adalah hutan yang ada di gunung. Seorang pendaki gunung itu memiliki persiapan sebelum mendaki gunung. Namun di sini ketololan terjadi, 6 orang yang stress karena akan menghadapi Uji Coba UN mendaki gunung tanpa persiapan.

        Tokoh penting yang akan ada di dalam cerita:
        Gue
        Yaski (teman gue)
        Fakhri (teman gue)
        Raja (teman gue)
        Hendy (teman gue)
        Ricky (teman gue yang nyusahin)

        Check it Out..

        Pagi itu, Gue mendapat sms dari Raja yang isinya mengajak memancing ikan, rencananya ikan hasil pancingan mau dibakar buat makan malam. Lalu gue disuruh berkumpul di rumah Yaski. Sesampainya di rumah Yaski, ternyata baru Gue yang datang, di waktu yang sangat sempit sesempit belahan pantat itu Gue sempat merundingkan rencana mancing yang ga ada persiapan sama sekali itu.

        Gue : “Gimana ni uda hampir jam 9, tapi belum ada yang datang?”
        Yaski : “Biasa… pada ngaret semua”
        Gue : “ Kmu punya pancingan?”
        Yaski : “Engga”
        Gue : “Trus gimana?”
        Yaski : “Kata Raja nanti ada aja di tempat pemancingan”
        Gue : “Seharusnya mancing itu subuh subuh, waktu ikannya masih ngantuk, jadi umpannya pasti disambar, lah kalo jam segini mah ikannya uda pada melek, ikannya ga mau makan umpannya, mending si ikan beli nasi kuning.”
        Yaski : “O iya ya”

        Lalu kami merubah rencana, yaitu pergi ke Tahura di Mandiangin, masalah ikan, ya kami beli di pasar. Karena perubahan rencana dadakan, yang paling siap di antara kami cuma Fakhri, sedangkan yang lain salah style semua, ada yang pake baju jalan, yang parah ada yang pake sandal hotel.

        Sesampainya di gerbang masuk tahura, kami dihadang oleh sesorang yang menagih uang dengan kami, kami ketakutan, ternyata itu adalah security yang menagih biaya karcis masuk. Kami pacu sepeda motor ke atas, dan sampailah di Kolam Belanda. Ada banyak manusia yang memenuhi kolam itu, entah berasal dari mana kami pun kurang tahu, tiba tiba Yaski mengeluarkan ide yang entah berasal dari mana.

        “Naik ke benteng yok”

        Lalu para pendaki yang menyalahi style pendaki ini mendaki gunung. (ribet ya kalimatnya,hhe). Di awal perjalanan yang berada di depan adalah Yaski dan Fakhri, Gue berada di tengah, ya sesuai perhitungan apabila ada binatang buas biarlah yang di depan atau yang di belakang dulu yang dimangsa,hha. Nah, semakin ke dalam tanah tempat kami berpijak semakin miring, bahkan kemiringan mendekati 80°. Sepanjang jalan Ricky menggerutu dan terlalu banyak bercanda, sehingga kekhawatiran pun muncul. Jadi, apabila ada sesuatu yang kira kira bisa mecelakakan, kamipun berseru,

        “ ky, hati hati tanahnya licin!!” ,
        “ ky, jangan dipegang pohonnya banyak duri!!!”,
        “ bisa kah naik ky??”
        “ ky hati hati ada orang jahat di dekatmu!!! (oh ternyata bukan, itu adalah Raja, hha)

        Waktu pun berlalu, kami terhenti di tengah jalan setapak yang beraspal, ada kiri dan kanan, di suasana yang membingung kan ini, kami memilih untuk istirahat, persediaan minum yang Gue bawa saat itu habis, lalu Fakhri mengeluarkan manisan kedondong, dan kami menyantapnya dengan tangan yang kotor. Kasian yang ambil terakhir, udah ada 5 tangan kotor yang masuk ke dalam manisan itu, hha. Untuk memastikan jalan kami memilih untuk tidak ke kiri dan ke kanan, dan kami memilih terus naik dan menemukan bendera Indonesia.









        Lihat sekeliling, ga ada pohon lain yang lebih tinggi dari pohon di sekitar kami, ya kami pikir kami berada di puncak, wah mana bentengnya?? Apakah sudah di pindah di Gunung sebelah?? Ck ck


        Kami kembali ke jalan setapak, kami mengikuti Fakhri yang memilih arah ke kiri, jalan terakhir kami sebelum ke jalan setapak kami beri tanda dulu supaya tidak lupa. Selama perjalanan ke arah kiri itu perasaan Gue ga enak banget, ga beberapa lama Gue berucap,

        Gue : “ Balik aja yo, ga enak perasaan ku lewat sini”
        Yaski: “ Tapi aku penasaran nah..tapi ya udah gen kita balik aja”

        Gue ga ngerti apa yang Yaski maksud dengan penasaran, mungkin dia penasaran tentang jalan yang tadi itu sampe mana . Kami kembali ke jalan yang sudah di beri tanda dan turun, dan kami terus turun. Perasaan Gue semakin ga enak, setelah melintasi bebatuan yang sama sekali ga pernah kami lewati. Semakin banyak bebatuan, dan Yaski berhenti,

        “ Yakin lewat sini?”

        Kami mendongak kan kepala, Astagfirullah, jurang yang curam sekali, kami kembali ke jalan sebelum bebatuan, dan kami menelusuri hutan tanpa ada arah, Yaski ada di depan, di ikuti oleh Raja di belakangnya. Raja yang pada awalnya berada di belakang Gue, dan selalu ada di dekat Ricky, tidak mau lagi bersama Ricky karena merasa tidak cocok. (ini kalimat kaya nyeritain kehidupan pasangan homo ya, hha). Yaski dan Raja sangat cepat berjalan di depan, dan kami bahkan sempat berteriak minta tunggu, Hal yang kami khawatirkan adalah Ricky, karena dia sudah lemas dan berjalan pun sudah goyah, Fakhri yang berada paling belakang dengan setia membantu Ricky melewati rintangan yang dia hadapi. Yaski menyerah, kini giliran Gue berada di depan. Saatnya menggunakan Insting Hewan Liar, prinsip Gue terus turun ke bawah pasti bakalan ketemu jalannya.Akhirnya, dengan mendengarkan suara air jatuh, kami dapat menemukan jalan yang telah kami lewati. Alhamdulillah. Sampai di dekat kolam kami memutuskan mandi untuk membersihkan diri. Seusai itu kami makan di warung dan pulang.

        Ini adalah cerita versi Gue, ini ada lagi Cerita versi Fakhri Yudha, bisa di lihat di sini
        http://www.facebook.com/notes/fakhri-yudha/tersesat-ditengah-hutan/472335314298

        Monday, August 30, 2010

        Mari Bercocok Tanam

        Kenapa bercocok tanam itu identik dengan yang namanya Petani? Sebenarnya bisa saja di-identikkan dengan Tukang Kebun. Bagaimana cara membedakan Petani dan Tukang Kebun? Dilihat dari tempat mereka bekerja, Petani bekerja di Sawah, sedangkan Tukang Kebun bekerja di Kebun..(hha.. nenek-nenek diare juga tau..).
        Coba pikir, petani itu adalah pekerjaan yang sangat mulia, mereka mau menanam padi dan bahan makanan lainnya untuk kita konsumsi..namun penghasilan mereka tak mencukupi untuk kehidupan sehari-harinya…sungguh mengharukan..hiks…Seandainya, Dokter menjadi Petani, Supir Metromini jadi Petani, dan Semua orang berpindah profesi menjadi Petani, lalu Petani jadi apaan?? Ya Petani jadi banyak donk..
        Di Universitas ada Fakultas Pertanian. Gue bingung setelah sarjana di Fakultas itu, pekerjaan apa yang dapat kita jadikan profesi? Petani? Bukannya jadi Petani itu sulit? Ntar anak kita malah ikutan acara “Ayahku Hebat”, tapi gue salah…Nyokap gue sarjana Unlam Fakultas Pertanian, lalu nyokap gue ga jadi petani tuh…Nyokap gue malah bekerja menjadi seorang Dosen di Unlam Fakultas Pertanian…ternyata kuliah di Fakultas Pertanian itu ga mesti kalo sarjana menjadi seorang petani. Banyak lapangan pekerjaan yang dapat diperoleh. Jadi bagi yang kuliah di Fakutas Pertanian tetep semangat ya… ^^~
        Ya, akhirnya gue mulai tertarik dengan pertanian, mulai menanam sayur sampai memanennya. Waktu gue kecil, gue pernah menanam tanaman katu, dan tumbuh lumayan subur. Rupanya gue emang ada bakat bercocok tanam. And dulu kalo ga salah waktu gue kelas 6 SD, gue dapet bonus dari majalah Bobo berupa benih Jagung Putih, dan setelah itu Nyokap dan gue tanam tu benih , Jagung Putih itu tumbuh dan setelah besar di panen. Setelah gue pikir, Biasanya apabila sebuah benda ditambah embel-embel Putih itu keramat, misalnya;

        Ular Putih…biasanya muncul dalam cerita-cerita mistis
        Baju Putih malem-malem…bisa jadi Hantu, tapi bisa juga Pa Haji mau Sholat di Mushola
        Kulit Putih Pucat…bisa jadi Hantu, ato orang lagi sakit
        Kulit Putih Sebagian…itu Panu, minum Kalpanax

        Kalo Jagung Putih gue apaan ya? Mungkin ntar tengah malem bulir-bulir jagung itu akan berubah menjadi emas dan gue bisa jadi kaya…ato ntar tu tanaman jagung akan tumbuh terus dan semakin tinggi sampe kelangit...dan ternyata tanaman itu adalah tangga menuju ke istana seorang raksasa di atas langit. Oh tidak..semua berakhir ketika gue sadar kalo gue kebanyakan menghayal,hhe. Ternyata itu Jagung Putih hanya jagung biasa dan berakhirlah nasib si Jagung Putih ketika dibuat menjadi sayur bening.

        Suatu hari, kalo ga salah itu hari Sabtu, saat itu gue lagi berada di rumah sepupu gue yang ada di Banjarmasin. Nah, di malam yg bernyamuk, nyokap ngajak berkunjung ke Kebun milik Fakultas Pertanian Unlam besok Minggu, ide bagus coz gue belum pernah ke sana. Sebenarnya besok itu juga ada kegiatan anak-anak Volley Smansa ngumpul buat nyusun progja, tapi katanya kegiatan itu ngumpulnya jam 11 di sekolah, jadi gue sempetin ikut ke Kebun. Tujuan perjalanan sebelum ke Kebun adalah ke Pasar Terapung. Pasar Terapung itu aktifnya antara jam 06.00 – 08.00. Yah terpaksa deh gue bangun 04.30 am di hari Minggu, sungguh hal yang sangat jarang terjadi. Kebiasaan gue hari Minggu itu bangunnya selalu siang. Jam 6 kebangun, trus gara-gara mimpinya seru jadi gue tidur lagi buat nelanjutin mimpi yang tadi and bangunnya jam 11 setelah mimpinya tamat.

        Bangun tidur ku terus mandi,
        Tidak lupa menggosok gigi,
        Habis mandi ku tidur lagi,
        Melanjutkan mimpi yg tadi
        (Lagu Bangun Tidur ala Fall).

        Tapi lagunya batal gara-gara mau ke Pasar Terapung. Setelah persiapan selesai, 05.10 am berangkat deh menuju Pasar Terapung. Sampai disana, kita ke tempat penyewaan Klotok(dibaca : perahu yg bunyinya tok.tok.tok), Nyokap langsung manggil Paman yg sering nganterin ke Pasar Terapung pake Klotok. Karena udah langganan, jadi ga banyak cingcong lagi langsung go to Pasar Terapung. Seumur hidup gue jadi orang banjar, gue baru 2 kali ke Pasar Terapung kalo dihitung sama yang ini. Buka Mata, Ini Nyata, Satu-satunya Pasar yang mengapung di sungai Indonesia adalah Pasar Terapung Banjarmasin. Tapi gue pernah denger ada juga sih Pasar Terapung di Filipina. Never Mind. Antik juga ada pasar mengapung di atas sungai, tapi ga seperti pasar di darat yang ada jualan baju, yang ada jualan sepeda, kalo di Pasar Terapung ga bakal jualan kaya gitu, soalnya kalo perahu bawa kaya gituan bisa bisa perahu tenggelam gara gara berebut beli baju discount (emangnya Mall??), di sini yang di jual adalah sayur mayur serta buah buahan, itupun susah buat dapet pembeli karena mereka harus datengin Klotok yang isinya wisatawan. Para wisatawan juga mikir, ngapain beli sayur di Pasar Terapung, orang di Pasar juga banyak. Wisatawan itu paling banter makan di warung yang ada di tengah tengah Pasar Terapung sekitar jam 7.
        Waktu pertama kalinya gue ke Pasar Terapung, gue liat rumah yang ada di Pasar Terapung tenggelam gara-gara kayu yang buat rumah itu mengapung lepas dari ikatannya, sungguh mengenaskan, salah sendiri bangun rumah di tempat yang begituan. Nah, berkeliling keliling Pasar Terapung sambil meliat Sun Rise keren juga, tapi beberapa kali Paman Klotok hendak menabrak perahu orang yang jualan sayur, mungkin karena masih agak gelap. Sekitar jam 7, Klotok di pacu ke tengah-tengah pasar terapung. Ya, kami lapar, kami mau makan di Warung yang Mengapung. Yang benar aja, Warung itu berwujud perahu yang di dalamnya ada orang nyediain makanan kaya soto, rawon,etc. Kalo mau makan di situ, Klotok harus diikat di Warung Mengapung, pada saat itu sudah ada 3 Klotok terikat di Warung Mengapung. Dikarenakan kami lapar, kami juga ikut nimbrung di Warung Mengapung. Setelah makanan di sajikan, gue menyadari betapa susahnya buat makan di atas Klotok, karena Klotoknya goyang goyang gara gara arus sungai, ditambah lagi benturan sama Klotok yang lain, yang ikut terikat di Warung Mengapung, hedeh.
        Seusai makan, Klotok bergerak ke arah Pulau Kembang. Tante gue nyeletuk.

        Tante : “ Fal, ni kita mau datengin sodara km”
        Gue : “ Kalau itu sodara saya, berarti itu juga sodara anda, karena kita berkeluarga,hha”
        Hening Sejenak, Sesampai di Pulau Kembang…
        Tante : “ Ngapain sih ke sini?”
        (sebenarnya Tante gue takut ma monyet)
        Gue : “ Ga boleh memutus hubungan silaturahmi…”
        Hening Kembali.

        Alhasil, kami ga masuk ke Pulau Kembang karena banyak yang ga mau turun dari Klotok,hha. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Kebun, gue kira Kebun itu kita beranjak dulu dari Pasar Terapung, lalu lewat jalan darat menuju ke Kebun. Eh, ternyata Klotok malah menuju ke arah perumahan yang ada di pinggir sungai. Karena gue duduk di depan kaya gini,


        Jadi, setiap ada jembatan, Tante gue selalu beri aba aba buat merunduk. Semakin masuk ke dalam, semakin sunyi suasana perumahan itu. Sebenarnya gue nih dibawa ke mana? Gue mulai berprasangka buruk, mungkin nih Paman Klotok mau jadi’in kami sekeluarga jadi makanan buaya peliharaannya. Mungkin juga Paman Klotok mau ngasih Surprise buat kami sekeluarga karena kami adalah penumpang yang ke 10.000, jadi surprisenya kaya banana boot di Bali, pada akhirnya Klotok bakal di balik ma Paman Klotok,hha.
        Semua prasangka buruk sirna, ketika gue melihat papan bertulisan “ Kebun Penelitian Lahan Rawa Fakultas Pertanian, bla.bla.bla..” lupa gue tulisan lengkapnya. Owh, ternyata Kebunnya berada di daerah dalam perumahan pinggir sungai. Langsung deh gue menjelajahi kebun..


        Nah ini foto gue di depan kandang Bebek, Bebeknya pada lari ke pojok liat orang bermuka mesum, takut digauli, wk wk

        Wah, di Kebun ada banyak sayur, pohon buah, ma hewan ternak, ikan juga ada. Kata pengurus Kebun, sebenarnya ada Sapi di Kebun ini, tapi kemarin uda dijual, rupanya Sapi di pelihara waktu masih kecil sampe besar, baru kalo uda siap jual, di jual deh. Gagal deh niat gue berfoto ma Sapi.hha..uda puas melihat lihat. Kami beranjak pulang, Pengurus Kebun ngasih oleh-oleh


        Makasih banyak Pa!

        Sampai di rumah Banjarmasin, istirahat bentar, liat jam, langsung go to Banjarbaru dalam waktu 30 menit, karena gue ikut iring iringan mobil jenazah,hha. Sampai di Banjarbaru, langsung ke sekolah. Ternyata anak-anak Volley Smansa yang datang hanya berempat. Ya udah, kegiatan tetap jalan deh...
        

        Friday, June 18, 2010

        Prasangka Buruk

        Thursday, May 20, 2010

        Ok guys..maaf bru update..coz gue dalam masa-masa yg sulit buat tenangin pikiran..yah there are something problems.
        Prasangka buruk sering banget terlintas dari benak kita ketika sesuatu terjadi. Misal, lu habis bersihin teras rumah lu,terus lu tinggalin bentar, trus balik and terlihat seorang temen lu lagi berdiri di depan rumah pengen ngajak maen,tapi di teras yg baru di bersihin tergeletak sesosok kotoran kucing. There are pikiran yang terlintas…

        a.   Temen lu mungut kucing di  tengah jalan and nyuruh tu kucing boker di depan teras,coz dia dendam ma lu.
        b.   Temen lu itu siluman kucing, and ketika lu di dalem dia boker dalam wujud kucing,coz dia dendam ma lu.
        c.   Temen lu punya kepribadian ganda, jahat dan baik. Trus yang boker di depan teras itu kepribadian jahatnya.(tapi kog munculnya kotoran kucing ya?)
        d.    Kucing tetangga kebelet boker ga sempet gali lubang,trus boker di teras lu..

        Yah..masih banyak pikiran yang mungkin terlintas, yah gue juga punya cerita tentang prasangka buruk. And ni cerita ga bakal gue lupain seumur hidup gue.

        Di Sore yang lumayan agak panas, ada kegiatan pramuka di skul sekitar jam 3.an. Hari itu bertepatan dengan Hari Kelahiran Aprian Hendy S.K.
        Yah, untuk memperingati hari itu Hendy merayakannya dengan memberi makan fakir miskin dan anak-anak terlantar (Dibaca: Anak-anak D.A. yg kelaparan)hha. Katanya sih ketika pulangan pramuka. Ok ok. Nah sekitar jam 4.an…JGER!!! makhluk Bernama TUTUT seperti kebakaran jenggot…..,(maaf karena TUTUT ga punya jenggot jadi diganti jadi bulu ketek) TUTUT seperti kebakaran bulu ketek sibuk mencari hapenya yang kayaknya hilang. Yah,kasian juga sih,tapi biarlah..itu kan derita TUTUT…wk wk.

        Masalah hape TUTUT yang hilang di skip dlu. Nah, pulangan pramuka si Hendy memulai perayaan di warung Mie Ayam Deket Sekolah. Yah dengan kecepatan 1 Mbps gue bisa menghabiskan 1 porsi mie ayam. Gue di sini bisa menyadari betapa enaknya makan mie ayam itu (karena di bayarin).hha

        Nah kembali ke TUTUT…dia mesan minum lebih dari batas yang di tentukan…oleh karena itu dia bayar lebihan quota yg dia pake (kaya internet aja). Setelah buka dompet…JGER!!
        “waa…duit q di dalem dompet juga ilang!!” teriak TUTUT kembali kebakaran bulu ketek.  Konon teriakan tutut hanya bisa didengar oleh Lumba-Lumba dan Kelelawar,hha. Malang sekali nasib mu,TUT.hha
        Setelah perayaan, gue beserta anak-anak D.A. laennya balik ke skul buat bantuin TUTUT nyari hape n uangnya yg raib begitu saja. Setelah di cari kemana-mana dan ga ketemu. TUTUT ga mau menyerah…

        “Pokoknya kalo ketemu orangnya…kalau perempuan q jadikan saudaraku…kalu laki-laki akan q jadikan suami ku”
        Ternyata pelakunya Anjing Jantan..dan TUTUT harus menjadikan anjing tersebut menjadi suaminya
        (di kutip dari cerita rakyat TANGKUBAN PERAHU)
        Hha…kidding.

        Yah, didalam benaknya TUTUT udah berpikiran yang tidak-tidak. Keesokan harinya TUTUT mulai melapor pada pihak sekolah…yah gue sih hanya membantu lewat doa. Ketika berkonsultasi dengan seorang Kucing, malah menyarankan TUTUT pergi ke dukun. Astagfirullah, ini adalah syirik. Tapi TUTUT tetap mengikuti saran Kucing.

        Nah ketika berkonsultasi dengan dukun.

        TUTUT            : “ Mbah, gimana nasib saya kedepannya??”
        Mbah Dukun    : “ Wah,kamu lahir senin kliwon ya?”
        TUTUT            : “ Iya mbah “
        Mbah Dukun    : “ Kamu ga pantes hidup di muka bumi ini”
        TUTUT            : “ Owh begitu ya mbah,swt!…trus mbah tau ga sapa yang ngambil hape saya?”
        Mbah Dukun    : “ Orangnya rambutnya ikal…ga tinggi ga pendek, kenal ma kamu juga”
        TUTUT            : “ Owh ”

        Keesokan Harinya TUTUT menceritakan keterangan mbah dukun ma teman-teman, kecuali gue. Gue ga tau apa yang mereka bahas, sampai beberapa hari gue lagi ngumpul ma seseorang. Trus dia bilang…

        Someone    : “ Km tau lah fal…?”
        Gue            : “ Tau apa?”
        Someone    : “ Waktu TUTUT menceritakan kata mbah dukun tu, RIAN SEPTIADI langsung menuduh km”
        Gue            : “ Owh “

        Beberapa hari gue diem aja, mereka bersikap mulai menjauhi gue. Beberapa orang dari kelas laen juga bertaruh kalo gue pelakunya. Ini GARA-GARA seseorang yang GA PANTES JADI TEMAN mem-FITNAH gue jadi pelakunya.


        25 april, dimana gue uda patah semangat cause gue buang-buang waktu ngejar sesuatu yang ga gue dapatkan. Keesokan harinya, gue semakin bungkam, I had problem so much. Atmosfer kelas ga enak banget, ditambah mau ulangan matematika. Haa..h pengen berhenti sekolah.

        Besoknya, TUTUT me-ultimatum seisi kelas, kalo besok ada om-nya mau bawa minuman yang di campur racun sianida, seisi kelas harus minum supaya mati semua.hahaha…kidding.
        Yang akan di bawa om-nya TUTUT adalah minuman yang dibacain sesuatu ga tau apalah itu, seisi kelas harus minum, ntar pelakunya ngaku sendiri. Gue denger ultimatum TUTUT, langsung takut, jangan-jangan gue beneran pelakunya. Mungkin waktu itu gue ga sadar ngambil duit TUTUT, ato Diri gue yang laen yang ngambil.

        Sore harinya, gue sebenarnya uda ga semangat latian volley. Tapi karena gue ketua yang baik tetap lah gue latian. Dengan lesu gue memasuki lap. volley, trus gue liat di gerbang depan kok kayanya rame. Perlahan gue mendekat. Trus gue colek satu orang, trus nanya

        Gue        : “ Kenapa nih? ”
        Orang     : “ Maling yang selama ini meresahkan sekolah ketangkep”
        Gue        : “ Trus sapa pelakunya”
        Orang     : “ Anak-anak “

        Lega perasaan gue karena gue bukan pelakunya. Perasaan kesal tersimpan sampe sekarang sama orang yang mem-FITNAH gue. Seandainya waktu gue down ada DEATHNOTE, bakal gue tulis nama TUTUT ma RIAN SEPTIADI. Gue salut ma Ambar yang telah menangkap maling tersebut.
        And satu gue tekan kan,
        “JANGAN SEENAKNYA MEMVONIS ORANG BERSALAH BILA GA ADA BUKTINYA”
        Lu pikir ilmu lu itu hebat apa bisa nuduh gue yang ngambil.  
        ANJING LU!.
        Denger ya friend…kalo pun gue itu maling…gue ga bakal ngambil punya teman. INGET tu FRIEND.

        Sunday, May 30, 2010

        Ih,Hantu....

        Wednesday, April 07, 2010

        Hmm..hantu…ada yg kenal ma hantu…(saya belum kenal,coz blum pernah kenalan). Pertanyaan yg masih terngiang di kepala gue,

        “Hantu itu nama ilmiahnya apa’an? Spesies-nya? Genus-nya? Familia-nya? Ordo-nya? Kelas-nya?hha..whatever.

        Btw, kemampuan untuk melihat seekor, eh sebuah, bukan yg bener sesosok hantu, merupakan gift dari Tuhan, yah banyak yang mengatakan itu adalah bakat. Tapi lu pada emangnya pengen punya bakat kaya gitu? Kalo gue sih ogah. Dulu, waktu gue sempet les bahasa arab sekalian memperdalam ilmu agama (terakhir les waktu gue kelas X, itu juga ogah-ogahan),nah kata pa Ustad,

        “Seseorang yang diberi kemampuan untuk melihat jin, setan, dan sejenisnya, ialah seseorang orang yang imannya sedang sakit”

        A’uzubillah himinasyaiton nirrojiim


        Yah,itulah penjelasan yg gue ingat.hha..tapi sekarang hantu mulai eksist di dunia entertainment lo , mulai jadi bintang iklan..
        “jam pocong sekarang uda sampe pagi lho..!!”(iklan apa’an hayoo?)
        Jadi pemain sinetron, sampe sampe jadi actor/actress layar lebar. Salut dah gue.

        Nah,kenapa sekarang gue bahas tentang hantu. Kembali ke pengalaman konyol gue. Gue emang ga pernah langsung bertatap muka dengan hantu..tapi kalo perasaan sih mungkin ada. Selasa malam, seusai bermain volley di JPOK, sesampai di rumah gue istirahat bentar, trus gue pergi ke rumah Nita buat bantuin kerjaan buat PKS. Kebetulan gue lagi laper, ya di perjalanan ke rumah Nita gue nyari Tukang Nasi Goreng yg sering mangkal deket-deket rumah gue. Tapi si Tukang Nasi Goreng tidak ada di tempat. Yah gue berkelana lagi…gue teringat ada Tukang Nasi Goreng yang sering mangkal di Gang Purnama, tepatnya di depan Neo Cendikia (Tempat Peminjaman Komik) dulu tapi Neo Cendikia sudah pindah lebih ke dalam Gang Purnama gtu, malah tempatnya sekarang lebih buruk dari tempat sebelum pindah. Setelah sampai di lokasi..eh ga taunya si Tukang Nasi gorengnya ga ada juga. Mungkinkah hari ini Hari Libur Penjual Nasi Goreng Nasional??? waaa… tapi gue ga beputus asa, gue telusuri sepanjang jalan Gang Purnama…setelah melewati Neo Cendikia yang baru…ada sebuah jalan yang sangat miskin penerangan, lumayan gelap dan menyeramkan, eh ternyata si TuNaGo (Tukang Nasi Goreng) ada di sono lagi mendorong gerobaknya. Rupanya hari ini ga jadi Hari Libur Penjual Nasi Goreng Nasional,hha. Ya uda gue stop di Jalan Menyeramkan itu.

        “Nasi Goreng,pa?” tanya gue,
        Kalo ga jawab berarti itu adalah jin yg sedang dalam himpitan ekonomi, trus menyamar jadi tukang nasi goreng buat melunasi hutang-hutangnya..wk wk

        “ Ia de, tapi ke jalan yang agak lebaran dikit ya, ntar susah orang lewat” jawab si TuNaGo.
        Ada jawaban, syukur deh bukan jin dalam himpitan ekonomi, trus si Penjual Nasi Goreng mendorong gerobaknya maju ke jalan yg agak lebaran namun masih di Jalan Menyeramkan. Nah setelah, si TuNaGo uda di tempat PW (Posisi Wuenak) buat memasak nasi goreng, terdapat pecakapan:

        Si TuNaGo : “berapa bungkus de?”
        Gue : “ dua bungkus pa”
        Si TuNaGo : “owh…tunggu ya de”
        Gue : “ ok pa”
        Gue parkirin motor gue di tepi jalan,tak beberapa lama..GUBRAK!! motor gue jatuh sendiri…Oh Tidak!!!Oh Noo!!Oh my Ghost!! Pertama kalinya motor gue jatuh…huhu..yah gue diri’in lagi tu motor sambil baca ayat kursi.
        Si TuNaGo: “ ada yang pecah de?”
        Gue : “ engga pa, cuma lecet nich..”
        sembari memulai memasak nasi goreng, di tengah-tengah Si TuNaGo ngomong,
        Si TuNaGo : “di sini rawan lo de…”
        Gue : “ rawan apa’an pa?”
        Si TuNaGo : “ rawan penampakan..”

        *warf…gue tau kog…coz gue dlu ma Hendy sering lewat situ pas malem jum’at…and tercium wangi bunga kenanga (ini serius,kalo ga percaya kapan-kapan lu pada lewat situ deh) tapi sekarang ini gue berdiri di Jalan Menyeramkan,tapi ga mencium aroma itu, mungkin bukan schedule-nya buat ngeluarin aroma bunga kenanga, tapi waktunya buat penampakan..waaa…

        Trus si TuNaGo cerita, ada beberapa waktu yang lalu, sekitar jam 1.00 am, ketika si TuNaGo mau pulang trus melewati Jalan Menyeramkan, ada cwe baju putih gtu, tapi baju kantoran, katanya beli nasi goreng. Ya, agak merinding juga katanya sambil masakin nasi goreng. Waktu itu si TuNaGo ga berhenti mengajak bicara cwe itu coz takut-takut bukan manusia ujarnya. Ternyata itu seorang wanita kantoran yang habis pulang malem gara-gara lembur.

        “Coba itu bukan manusia, langsung saya tarik bajunya de…lumayan buat di jual” ujar si TuNaGo

        Hha..ternyata masih nyari keuntungan walopun itu makhluk halus. Akhirnya Nasi goreng pun uda jadi, trus gue bayar and gue bergegas menuju rumah Nita.

        Nah, kesimpulannya jangan buang sampah sembarangan ntar got mampet and jadi banjir, eh salah ini seharusnya kesimpulan note sebelumnya.
        Nah, kesimpulannya…
        “Di dunia ini banyak makhluk ciptaan Tuhan selain kita, salah satunya makhluk halus. Jika Mereka mengganggu kita kembalikanlah urusannya kepada Sang Pencipta dengan cara memohon perlindungannya” pesan si TuNaGo

        A’uzubillah himinasyaiton nirrojiim

        Saturday, May 29, 2010

        Hujan

        Thursday, March 25, 2010

        “e ujan gerimis aje..kalo lebat ntar jadi banjir”

        Lagu yg sempat dinyayikan Benyamin(alm.) ini mengingatkan kita agar tidak buang sampah sembarangan…ya nanti got tersumbat dan banjir,..hha.(udah lagunya salah, maknanya ngawur lagi)

        Btw, musim hujan ini kapan kelarnya ya..masalahnya gue uda nyusun schedule buat musim kemarau nich..seperti nge-deco pelang kendaraan gue jadi merah supaya maching gtu ma warna body-nya..gue terinspirasi hal itu setelah melihat superman,

        “kenapa sepatu superman warnanya merah?”
        “supaya maching ma celana dalamnya,dund”
        “Tapi bego’an mana superman ma batman?”
        “Ya bego’an superman,make celana dalam diluar”
        “Salah,bego’an batman,punya sayap ga bisa terbang,hha”

        Alah,kog jd nyambung ke superman ma batman nich..Oke kembali ke schedule..ya selanjutnya pengen mengeringkan sumur..supaya bisa jadi tempat maenan adek..ya banyak deh yang laen.. xp

        Nah,gue ada pengalaman asik pas hari pertama liburan waktu kelas XII menghadapi UN..mulai malem harinya kan hujan tuh..sampe jam 6.an gitu masih gerimis. Nah,karena liburan gue paling males ngelakuin aktivitas, pengennya ngabisin waktu di tempat tidur tercinta..apalagi lagi udaranya dingin, pas banget tuh.
        Lagi asik asiknya tidur..eh Nyokap ngebangunin…lantas gue marah. Gue gebuk nyokap gue sampe bedarah, and gue di kutuk se-ekor, eh sebuah bonsai. (dan Ini hanya rekayasa semata,apabila ada salah kata mohon maaf lahir dan batin). Haha,yang bener gini, sebenarnya gue jam 5 uda bangun tapi karena suasananya mendukung buat tidur lagi ya tidur lagi..sekitar jam 6.15..hujan mulai reda…eh Nyokap tereak-tereak kaya abis kecopetan gtu.
        Nyokap : “ Nopal…nopal…NOPAL!!!”

        Mendengar tereakan nyokap lantas gua bangun.

        Gue : “kenapa,ma?”
        Nyokap :” Coba liat keluar, air meluap tuch dari got, BANJIR!!..tu ayah lagi memotret diluar!!”

        *Ngek* apa’an yang di foto pas lagi banjir? Anak kodok yang sedang nyari induknya? Haduh. Trus gue langsung keluar, ya Allah dramatis banget, banjirnya cuma setinggi kira-kira 5,49 cm (sok rinci), paniknya kaya lagi kena tsunami..tapi ini jarang terjadi kog. Nah di tengah genangan aer setinggi 5,49 cm berdirilah seorang lelaki tua yaitu Bokap gue yang sedang memotret pemandangan pada saat banjir. Astaga, gue sebagai anak ga bisa tinggal diam..trus gue ngedeketin Bokap, eh ternyata Bokap malah memotret ke arah gue..yah bagus banget objeknya, seorang anak yang baru bangun tidur dengan rambut yang di penuhi pusaran di tengah banjir yg tingginya 5,49 cm. Waduh, Christopher Colombus pun menitikkan air mata ketika melihat ini. Nah karena uda terlanjur jadi objek foto, akhirnya gue ikut berfoto ria di tengah banjir,hue..he he..
        Mau liat fotonya?




















































































        (siapkan kantongan plastic untuk antisipasi apabila loe muntah seketika)

        Saturday, March 20, 2010

        Bingung....

        Wednesday, March 17, 2010


        Tepat jam 19.45, gue berangkat menuju PUNET( Warnet deket rumah gue), gue ke sono naek motor astrea punya bokap yg kira-kira usianya 3 taun lebih muda dari gue, gue males banget ke warnet malem-malem naek motor baru…(bukan maksud buat sombong,hha), tapi gue takut tu motor ilang kaya punya temen gue si **** (sebut saja Fungi,hha peace).


        Nah waktu berangkat sich biasa-biasa aja, walopun jalan ke PUNET itu kalo malem-malem rada serem, tapi tetep gue jalanin walo pun ditepi jalan ada kuntilanak jualan beras. Uda sampe PUNET gue langsung ambil komp. No.4 (klo ga salah..ya bener). Trus buka www.tvnihon.com and download KR W 25(yang ga tau ga usa nanya,yang tau diem az, tapi bukan bokep kog). Nah karena KR W 25 itu 234 MB jadi kan lama nich gue nunggunya, yah gue pergi deh ke warung di seberang PUNET tu, n dengan semena-mena memesan mie goreng double pake telor minumnya bensin eh salah teh es maksudnya. Sesudah makanan dihidangkan, dalam hitungan detik tu makanan sisa piringnya doang, abisnya gue laper blum makan 3 bulan (belum makan spaghetti maksudnya, tapi karena ga ada spaghetti di warung ya gantinya mie goreng deh,hha).


        Oke, come back to the computer number 4, disitu tertera 10% downloading..yah masih lama, trus gue buka-buka FB deh..biar ngilangin rasa bosan menunggu.. menunggu ternyata menyakitkan (ia kalo nunggunya di bawah sarang tawon, trus lempar-lempar batu ke sarangnya). Sambil bales wall and status, gue sambil chatting ma someone..yah orangnya rada-rada judes gitu kalo di ajak chat ma gue, tapi orangnya baik kog,suka menolong,ramah tamah,and rajin beribadah.


        Waktu pun berjalan perlahan menelusuri keheningan malam,hha. Yah jam uda menunjukkan 21.00, I looked at the monitor, and liat tab download n tertulis two years ago, eh bukan two hours ago maksudnya. Yah sekarang jam 9 berarti gue baru pulang jam 11 nich kalo nungguin selese. Eh,setelah lama nunggu prosses downloading stopped at 32%..arrgghh..sia-sia nich nunggu lama-lama ga dapet apa-apa. Aseeem…mending gue pulang kalo kaya gini, langsung deh gue matiin billingnya and bayar pake credit card,hha
        “mw gesek di mana nich mas? Di ketek saya?”kata mas penjaga, tapi bo’ong. Ya pake cash lah bayarnya. Trus gue kembali ke parkiran motorygumurnyalebihmuda3taundrgue terparkir dengan gagahnya menggunakan standar 2., lantas aja gua bingung..orang tadi gue markir standar satu aja. Yah ga usa di pikirin, and gue langsung cabut pulang menuju rumah.


        Nahh..saat memasuki komp. Banjarbaru Asri, eh si motorygumurnyalebihmuda3taundrgue kayanya ada yg ngotak atik makanya tadi di parkiran jadi standar 2 and tiba-tiba mogok. Waduuhh..mana gelap,sepi,serem lagi ni tempat si motorygumurnyalebihmuda3taundrgue mogok. Celingak celinguk deh gue disitu kaya orang gila yang pengen boker..abisnya gue bingung mau diapain nich motorygumurnyalebihmuda3taundrgue, motor tua sich.
        Ditengah kebingungan yang melanda jiwa, terlihatlah beberapa OMOM/MASMAS di warung deket motor tua (lebih simple nyebutnya) mogok. Yah gue seret mundur tuh motor, belum sampe warung gue uda tereak-tereak minta tolong,“mas..mas bisa nolongin ga mas”,
        trus si mas 1 nyahut “ Knp de?”,
        eh si mas 2 menyanggah “ alah, biarin tu ga sopan nanya diatas kendaraan”.
        Setelah mendengar sanggahan si mas 2 itu gue depresi berat, bagaimana mungkin gue menuntun kendaraan di jalan yang mungkin ada kuntilanak yang jualan nasi goreng (berasnya ga laku,jadi dimasak deh). Lalu gue turun dari kendaraan and minta maaf. Akhirnya gue ditolongin ma MASMAS yg ada di situ. Liat deh Percakapannya:

        Mas 1 :“Kenapa de?”
        Gue : “Engga tau mas mogok sendiri”
        Mas 2 : “Nah, kan bagus sopan kya gini”(yee,ngungkit-ngunkit
        lg ni mas..)
        Mas 3 : “ Udah udah.. minyaknya kali tu de”
        Gue : “Penuh Kog”
        Mas 4 : “Mungkin Businya”
        Gue : “Mungkin”
        Mas 1 : “ Kunci Busi ada gak?”
        Gue : “ Ga tau, ga ada kayaknya”
        Mas 4 : “ Nich pake punyaku”

        Setelah beberapa lama mengutak atik busi

        Mas 1 :” Waduh kog ga bisa ya..”
        Mas 3 : “ Punya busi cadangan ga de?”
        Gue : “ Ga tau, ga ada kayaknya”
        Mas 3 :”Coba liat di jok”

        Trus gue cabut kunci and berusaha buka jok,tapi ga bisa

        Mas 3: “ Bisa buka joknya?”
        Gue : “ Ga tau, ga bisa kayaknya”
        Mas 3: “ Motor sapa sich ne?”
        Gue :” Motor bapak saya”
        Mas 2:” Ku kira motor kakekmu” (nyeletuk lagi)

        Trus mas 3 buka jok motor tua dengan mudahnya,dan menemukan busi cadangan. Pas mas 1 mw ganti busi…

        Mas 2 : “ udah..udah ga usah diganti.tu saluran minyaknya ada yg nutup”
        (wah tumben ngomong yg bener)
        Mas 1 :” O iya.ya.”

        Trus saluran minyaknya dibuka.

        Mas 1 :” Lho,masih ga bisa nyala..”
        Mas 2 : “ Ya iyalah,kuncinya az masih nyangkut di jok”

        Haha..dan akhirnya si motor tua bisa jalan kembali, and gue pulang dengan selamat setelah bersalaman dan berterima kasih dengan MASMAS sekalian.
         
        Intinya:
        Gue ga bakal ke PUNET lagi pake si motor tua..hha

        About Me

        My photo
        Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
        Fall adalah Nama yg gue pendekin sendiri dari Naufal..and t'lah berkata itu kn b.ing nya Said.. Jadi gtu deh..nama gue.